Jurnal Refleksi Minggu ke 12
Oleh : Nur Azizah_CGP 4 Cilacap_SD Islam Plus Masyithoh Kroya
Bismillaahirrahmaanirrahiim, tidak ada daya dan kekuatan kecuali hanya milik Allah.

NIkmat sehat dan nikmat sempat untuk selalu belajar adalah anugrah yang luar biasa.
Alhamdulillah saya telah sampai pada Jurnal Refleksi ke 12 Pendidikan Calon Guru Penggerak dengan alur MERRDEKA belajar aktifitas yang luar biasa menjadi momen yang sangat bermanfaat bagi diri saya pribadi. Aktivitas saya di minggu ini masih pada modul 2.2 Pembelajaran Sosial Emosional (PSE) mulai dari M- Mulai dari diri, E- Eksplorasi Konsep dan telah sampai pada alur R-Ruang Kolaborasi.
Alur Merdeka Belajar
Alur Belajar MERRDEKA
Mulai dari diri - Eksplorasi konsep - Ruang kolaborasi - Refleksi Terbimbing -Demonstrasi kontekstual -Elaborasi Pemahaman - Koneksi antarmateri - Aksi nyata
Mulai dari diri
1. Mengaitkan aspek sosial dan emosional dalam keseharian CGP sebagai pendidik
2. Harapan & ekspektasi.
Eksplorasi konsep
Belajar Mandiri:
1. Mendapatkan penjelasan tentang Pembelajaran Sosial dan Emosional menurut kerangka CASEL (kolaborasi untuk akademik dan pembelajaran sosial dan emosional)
2. Mendapatkan penjelasan tentang pembelajaran sosial dan emosional berbasis kesadaran penuh (mindfulness).
Forum Diskusi:
mendiskusikan penerapan 5 kompetensi sosial - emosional (kesadaran diri, pengelolaan diri, kesadaran sosial, keterampilan relasi dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab) yang berbasis kesadaran penuh.
Ruang Kolaborasi
Menguraikan penerapan pembelajaran 5 kompetensi sosial-emosional sesuai dengan jenjang pendidikan masing -masing.
Refleksi Terbimbing
1. Refleksi tentang proses penerapan pembelajaran sosial dan emosional berbasis kesadaran penuh (mindfulness) yang sudah dilakukan (apa yang menarik, apa yang berubah, apa yang menantang, apa yang ingin ditingkatkan/diterapkan)
2. Menggunakan hasil refleksi dalam pembelajaran sosial dan emosional berbasis kesadaran penuh (mindfulness) dalam proses selanjutnya.
Demonstrasi kontekstual
1. Menerapkan pembelajaran sosial dan emosional berbasis kesadaran penuh dalam mata pelajaran yang diampu
2. Melakukan refleksi tentang apa yang telah dicapai dan apa yang masih ingin dipelajari lebih lanjut sebagai persiapan aksi nyata.
Elaborasi Pemahaman
Mengelaborasi serta merefleksikan pemahaman dan penerapan pembelajaran sosial dan emosional berbasis kesadaran penuh dalam konteks masing-masing melalui sesi tanya jawab dengan instruktur.
Koneksi antarmateri
1. Membuat kesimpulan tentang perubahan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang telah didapatkan dari proses pembelajaran sosial dan emosional
2. Membuat koneksi materi pembelajaran sosial dan emosional dengan pembelajaran berdiferensiasi dalam kerangka memenuhi pembelajaran yang berpihak pada murid.
Aksi nyata
Menerapkan rancangan pembelajaran sosial dan emosional berbasis kesadaran penuh yang dikoneksikan dengan materi modul pembelajaran berdiferensiasi di dalam kelas yang diampunya.
Sebelum masuk Mulai Dari Diri saya mendapatkan suntikan semangat dengan membaca surat dari instruktur yang esensinya sangat luar biasa memotivasi dan menginspirasi setiap langkah belajar saya selanjutnya.
Sebagai seorang pendidik yang berinteraksi dengan murid dan orang dewasa di lingkungan sekolah, saya sepakat dengan isi surat dari instruktur bahwa pembelajaran sosial dan emosional ini diawali dengan kesadaran penuh bahwa tidaklah cukup apabila murid hanya mengembangkan kemampuan kognitifnya saja. Murid juga perlu mengembangkan aspek sosial dan emosionalnya. Berbagai hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi sosial-emosional berperan penting dalam keberhasilan akademik maupun kehidupan seseorang.
Bapak Pendidikan Nasional kita, Ki Hajar Dewantara dalam bukunya “Bagian Pertama : Pendidikan (2011) mengatakan bahwa pendidikan merupakan daya dan upaya untuk memajukan bertumbuhnya budi pekerti (kekuatan batin, karakter), pikiran (intelektual) dan tubuh anak agar dapat memajukan kesempurnaan hidup, yaitu kehidupan anak yang sesuai dengan dunianya.
Selaras dengan pemikiran Bapak Ki Hajar Dewantara, Pembelajaran Sosial dan Emosional berbasis kesadaran penuh adalah upaya untuk menciptakan ekosistem sekolah yang mendorong bertumbuhnya budi pekerti, selain aspek intelektual. Lewat Pembelajaran Sosial dan Emosional, murid diajak untuk menyadari, melihat, mendengarkan, merasakan, mengalami berbagai pengalaman belajar yang dapat mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan sikap positif mengenai aspek sosial dan emosional.
Sebagai seorang guru, kita dapat mengembangkan kompetensi sosial dan emosional murid secara optimal melalui suasana belajar dan proses pembelajaran yang sistematik, menyeluruh, dan seimbang, guru perlu menyadari, mengelola, dan menerapkan pembelajaran sosial dan emosional dalam dirinya. Melalui fase MERRDEKA, kami mengajak Anda untuk terlibat dalam pengalaman belajar yang dilandasi kasih sayang, perhatian yang berkualitas, keterbukaan, rasa ingin tahu, sikap apresiatif dan semangat bertumbuh, yang dilakukan secara mandiri maupun bergotong-royong. Modul pembelajaran sosial dan emosional ini sangat membantu saya untuk melaksanakan proses pembelajaran secara yang lebih sistematik, menyeluruh dan seimbang, baik di kelas, lingkungan sekolah dan komunitas sekolah.
Pada alur R-Ruang Kolaborasi saya dihadapkan dengan 5 kasus pembelajaran yang dihadapi oleh Pak Eling dimana saya harus menjawab 3 pertanyaan yang sama pada setiap kasus untuk 5 kasus yang bertingkat dan sistematik.
Adapun pertanyaan pemantik pada setiap kasus adalah
- Apakah situasi yang dihadapi Bapak Eling? Mohon uraikan dengan singkat dan jelas.
- Apa kompetensi sosial dan emosional yang dibutuhkan Bapak Eling dalam menghadapi masalah tersebut? Jelaskan jawaban Anda. (Hubungkan dengan artikel-artikel yang telah dibaca sebelumnya)
- Seandainya Anda adalah Bapak Eling, apa yang akan Anda lakukan?
Dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan pemantik mulai dari kasus 1 sampai kasus 5 tersebut saya merasa sangat beryukur dan bahagia telah berkesempatan belajar mengendalikan Sosial Emosional diri saya sendiri dan mencoba untuk selalu terbuka dan berfikir positif dengan permasalah yang terjadi di lingkungan sekitar. Saya bersyukur menjadi bagian dari pendidikan calon guru penggerak karena telah mendapatkan anugrah belajar merrdeka-merrdeka belajar, karena belajar adalah anugrah dari Allah SWT.
Membaca satu persatu materi yang disajikan dalam modul 2.2 ini memunculkan banyak harapan bagi saya.
Modul ini berisikan materi tentang:
- Penjelasan tentang Pembelajaran Sosial dan Emosional (PSE) sesuai kerangka CASEL
- Penjelasan tentang kesadaran penuh (mindfulness)
- Penjelasan tentang Pembelajaran Sosial dan Emosional berbasis kesadaran penuh (mindfulness)
- Penjelasan penerapan 5 kompetensi sosial dan emosional (KSE) berbasis kesadaran penuh (mindfulness) dalam kegiatan pembelajaran di kelas, lingkungan sekolah dan komunitas praktisi.
Secara khusus saya berharap dapat memahami pembelajaran sosial dan emosional yang berdasarkan kerangka CASEL (Collaborative for Academic, Social, and Emotional Learning ), memahami tentang pembelajaran sosial dan emosional berbasis kesadaran penuh (mindfulness), memahami strategi untuk menerapkan pembelajaran sosial dan emosional berbasis kesadaran penuh sesuai dengan konteks masing-masing guru, dan menerapkan pembelajaran sosial dan emosional berbasis kesadaran penuh (mindfulness) dalam kegiatan di kelas, lingkungan sekolah, dan komunitas praktisi
Secara umum profil kompetensi yang ingin saya capai dari modul ini adalah mampu mengelola aspek sosial dan emosional dalam berperan sebagai guru, dan menerapkan pembelajaran sosial dan emosional dalam lingkup kelas, lingkungan sekolah, dan komunitas.
Demikianlah Jurnal Refleksi saya pada minggu ke 12 ini, semoga selalu menambah semangat belajar khususnya diri saya sendiri.
Salam dan Bahagia
Merrdeka Belajar-Belajar Merrdeka
Guru Bergerak Indonesia Maju
Tidak ada komentar:
Posting Komentar