PELATIHAN BELAJAR MENULIS PGRI
Pertemuan ke 2, Gelombang 23 & 24
Rabu, 19 Januari 2022
WRITING IS MY PASSION
Bismillaahirrohmaanirrohiim
Assalaamu'alaikum Wr Wb
Alhamdulillah pada malam hari ini pelatihan belajar menulis PGRI pertemuan ke-2, gelombang 23 & 24 dengan materi " Menjadikan Menulis Sebagai Passion" telah saya ikuti dengan baik. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring via grup WA belajar menulis mulai pukul 19.00 WIB sd pukul 21.43 WIB dengan narasumber seorang lokomotif dari serangkaian gerbong antologi, seorang penulis, editor dan motivator Dra. Sri Sugiastuti, M.Pd yang akrab disapa Bunda Kanjeng dan dengan moderator Ibu Helwiyah.
Kegiatan malam ini dibagi menjadi 4 sesi yaitu :
1. Perkenalan
2. Pemaparan Materi
3. Tanya Jawab
4. Penutup
Pada materi perkenalan, beliau Bunda Kanjeng menyapa dengan hangat kepada para peserta dengan penuh motivasi untuk menjadi penulis hebat.
Profil Bunda Kanjeng
Dra. Sri Sugiastuti, M.Pd adalah seorang motivator yang memiliki hobi silaturrahmi, travelling dan membaca, beliau menyelesaikan pendidikan S1 FKIP Bahasa Inggris di UNS dan S2 di UMS, beliau seorang guru pegiat literasi nusantara dan telah menulis karya sebanyak 21 buku, beliau seorang editor sejak tahun 2019, sebagai Pengurus PGRI Surakarta Jawa Tengah. Motto beliau adalah " Bersemangat menggapai ridha Allah dengan berbagi dan silaturrahmi".
Berproses sebagai seorang penulis, pengalaman beliau untuk para peserta pelatihan bahwa dengan menulis kita mendapatkan banyak manfaat, blog beliau merupakan rumah tulisan tempat memarkir tulisan berisi curahan hati beliau yang kemudian dipoles dan dilengkapi dan akhirnya menjadi sebuah buku. Beberapa buku yang mulai beliau tulis di usia 50 tahun antara lain Buku Motivasi, Kumpulan Kisah Motivasi, Buku Memoar, Buku Parenting, Buku Pengayaan Bahasa Inggris, Novel Poluler, Buku Parenting, Novel Hidayah, Buku Antologi bersama kelas SPK, Buku Antologi bersama kelas Om Jay dan PGRI, buku hasil menggerakkan Guru Menulis dan Literasi di Nusantara dan masih banyak lagi.
Suatu gairah tidak akan pernah padam, bagaimana kita selalu bergairah menulis dan menulis itulah alasan beliau mengambil tema Writing is my passion untuk pertemuan ke-2 pelatihan belajar menulis PGRI malam ini. Beliau menyampaikan bahwa orang yang memiliki gairah biasanya kreatif , penuh semangat dan selalu bahagia karena memiliki banyak harapan. Dan pesan terpenting beliau bahwa kita harus bangga dengan potensi yang kita miliki. Ketika hadir di dunia kita adalah pemenang karena kita sudah diberi talenta dan akal sehat sehingga kita tinggal mengasah dan melejitkan potensi yang kita miliki tersebut.
Mengapa menulis menjadi passion yang menjanjikan?
Kemampuan menulis dipandang sebagai indikator intelektualitas dan kematangan berikir. Profesi menulis adalah salah satu pekerjaan yang sangat dihormati dan dihargai secara sosial.
Kendala dan hambatan: merasa tidak bakat menulis, tidak memiliki waktu untuk menulis, tidak memiliki ide untuk ditungkan dalam tulisan, tidak mau dikritik dan tidak suka menulis.
Mulai dengan "Mengapa?"
Alasan untuk menulis:
Mengapa kita menulis?
Lebih filosofi dan berhubungan dengan nilai, visi dan misi kita hidup di dunia.
Bagaimana cara kita menulis?
Lebih bersifat teknis dan jawabannya cenderung mudah dipelajari mulai proses latihan.
Kapan kita mulai menulis?
Secepatnya, kita niatkan untuk membuat karya yang asli dari kita sendiri.
Motivasi Menulis :
Hadis Nabi yang mengatakan : " Khoirunnas anfa'uhum linnas" yang artinya sebaik-baik manusia adalah mereka yang paling bermanfaat untuk manusia lain.
Langkah-langkah mejadi penulis yang baik :
1. Read
Untuk menjadi seorang penulis yang baik, kita perlu membaca banyak buku baik yang bersifat general (umum) maupun spesifik (misalnya sesuai dengan background akademik maupun interest (pribadi kita).
2. Discuss
Hal ini penting karena ide dan gagasan seringkali muncul ketika kita mendialektikakan bahan bacaan yang kita baca dengan bacaan orang lain atau dengan diri kita sendiri. Bila diperlukan ada baiknya kita memiliki mentor menulis yang tepat.
3. Look & Feel
Baik secara langsung maupun apa yang kita lihat dan baca di media.
4. Socialize
Berapa banyak pengetahuan, pengalaman dan kisah orang lain yang dapat kita serap?.
Writing Preparation
1. Menggali dan Menemukan Gagasan/ Ide.
Pada tahap ini penulis melakukan kegiatan penggalian gagasan atau ide.
Kegiatan ini bisa dilakukan melalui pengamatan baik terhadap kejadian atau peristiwa yang terjadi, imajinasi, dan kajian pustaka. Untuk mempermudah proses penemuan ide, cara efektif yang dapat dilakukan adalah melalui brainstorming.
2. Menentukan Tujuan, Genre dan Segmen Pembaca.
Setelah menentukan gagasan/ ide, penulis perlu menentukan tujuan menulis, genre yang diikuti serta target segmen pembaca. Sasaran pembaca akan menjadi bahan pertimbangan penting dalam menentukan warna tulisan. Selain itu, kita harus memastikan bahwa tulisan yang kita hasilkan akan marketable.
3. Menetukan Topik.
Penentuan topik dilakukan setelah penulis menentukan untuk apa menulis, genre apa yang dipilih dan siapa sasaran pembacanya. Misalnya tujuan menulis untuk meberikan informasi yang benar tentang kesehatan. Genrenya Tulisan Populer. Jika sasarannya adalah orang tua (manula) maka penulis bisa menentukan tulisan misalnya dengan topik " Hidup sehat di usia senja"
4. Membuat Outline.
Outline merupakan bentuk kerangka tulisan.
Kerangka tersebut menjukkan gambaran materi yang akan ditulis. Menulis outline cukup dengan garis besarnya saja. Karakteristik outline yang baik memiliki kesederajatan yang logis, kesetaraan struktur, kepaduan dan penekanan.
5. Mengumpulkan Bahan Materi/ Buku.
Penulis wajib membaca banyak buku dan sumber bacaan lain untuk memperkaya perspektif dan referensi. Selain itu agar semakin banyak ide atau gagasan yang dapat dikembangkan. Apabila sudah menemukan topik, maka bahan bacaan yang dikumpulkan sesuai dengan topik yang sudah ditentukan.
Menulis itu harus sabar.
Penulis pemula sebaiknya lebih fokus pada ketekunan (persistence) dalam proses menulis.
Tulislah semampu kita dahulu. Jangan berfikir harus sempurna, dan jangan terlalu idealis.
Rincian Tahap Menulis :
1. Editing
Pada tahapan ini membahas tentang:
a. Membaca ulang.
b. Menyempurnakan draf.
2. Revishing
a. Mengubah beberapa bagian naskah
b. Melengkapi naskah
c. Mengevaluasi kembali naskah untuk menihilkan kesalahan tulis.
3. Publishing
a. Pengiriman pesan.
b. Pracetak (perwajahan buku, tata letak, ISBN, proof reading)
c. Promosi dan distribusi.
Akhirnya pada closing kegiatan beliau menyampaikan pesan kepada para peserta :
Menulis buku adalah pekerjaan mulia. Jadikan menulis sebagai passion. Jangan pernah takut tulisan jelek atau tidak ada yang mau membaca.Tetaplah berada di komunitas Literasi. Ikuti nubar nulis bareng di buku Antologi sebagai jembatan menjadi penulis buku solo.
Demikianlah resume ke 2 Pelatihan Belajar Menulis yang saya buat semoga bermanfaat bagi para pembaca.
Terimakasih dan salam Literasi.
Wassalaamu'laikum Wr Wb