RANCANGAN AKSI NYATA MODUL 3.1
PENGAMBILAN KEPUTUSAN SEBAGAI PEMIMPIN
PEMBELAJARAN
Nur Azizah
CGP Angkatan 4 Kabupaten Cilacap Jawa Tengah
SD Islam Plus Masyithoh Kroya
Latar Belakang
Pada
tahapan akhir dari siklus pembelajaran MERRDEKA Modul
3.1 Calon Guru Penggerak mendapatkan tugas untuk menjalankan rancangan aksi nyata yang
sudah dibuat pada tahap demonstrasi kontekstual. Rancangan aksi nyata dibuat dalam jangka
waktu 4 minggu ke depan dituangkan dalam sebuah artikel yang mengandung
empat komponen dalam kerangka 4P (4F) yaitu Peristiwa (Facts), Perasaan (Feelings). Pembelajaran (Findings),
dan Penerapan ke depan (Future).
Sekolah adalah 'institusi moral' yang dirancang
untuk membentuk karakter para warganya. Sebagai seorang guru di sekolah saya
sering menghadapi situasi di mana saya
harus mengambil suatu keputusan yang banyak mengandung dilema secara Etika, dan
berkonflik antara nilai-nilai kebajikan universal yang sama-sama benar.
Dalam pengambilan suatu keputusan,
seringkali bersinggungan dengan prinsip-prinsip etika. Etika di sini tidak
berkaitan dengan preferensi pribadi seseorang, namun merupakan sesuatu yang
berlaku secara universal. Seseorang yang memiliki penalaran yang baik,
sepantasnya menghargai konsep-konsep dan prinsip-prinsip etika yang
pasti. Prinsip-prinsip etika sendiri berdasarkan pada nilai-nilai
kebajikan universal yang disepakati dan disetujui bersama, lepas dari latar
belakang sosial, bahasa, suku bangsa, maupun agama seseorang. Nilai-nilai
kebajikan universal meliputi hal-hal seperti Keadilan, Tanggung Jawab,
Kejujuran, Bersyukur, Lurus Hati, Berprinsip, Integritas, Kasih Sayang, Rajin,
Komitmen, Percaya Diri, Kesabaran, dan masih banyak lagi.
Peristiwa (Facts)
Ketika saya mengikuti program Guru Penggerak
dan saya mendapatkan banyak ilmu pengetahuan yang sangat bermakna serta hal-hal
baru yang bersifat positif, tentunya saya ingin segera menstranfer dan
menerapkan pengetahuan yang saya dapatkan tersebut. Namun dengan keterbatasan
yang saya miliki, saya merasa hal tersebut adalah tantangan bagi saya dan saya
tidak mampu jika harus berjalan sendiri. Oleh karena itu hal pertama yang saya
lakukan adalah saya menyampaikan hal-hal yang saya dapatkan kepada kepala
sekolah, saya sharing dengan rekan sejawat. Dengan dukungan penuh dari kepala
sekolah selaku pemangku kebijakan, beban berat saya untuk mentransfer dan
menerapkan pengetahuan yang saya dapatkan kepada rekan sejawat dan warga
sekolah menjadi terasa ringan karena saya tidak sendiri, saya berkolaborasi
dengan warga sekolah untuk mengimplementasikannya melalui sosialisai kepada
rekan sejawat, praktik langsung di dalam kelas. Serta melalui media social
saya.
Rencana Aksi nyata yang akan saya lakukan di
sekolah :
- Menyampaikan materi Modul 3.1 Pengambilan Keputusan Sebagai Pemimpin Pembelajaran kepada kepala sekolah dan selanjutnya saya akan mensosialisasikan garis besar materi pada modul 3.1 kepada rekan sejawat.di sekolah.
- Mempraktikkan secara langsung pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran kepada siswa di kelas.
Perasaan (Feelings).
Pada saat saya mendapatkan dukugnan dari Kepala Sekolah untuk
melaksanakan rancangan aksi nyata saya merasa bersyukur dan optimis untuk
melangkah lebih jauh ke depan. Saya percaya bahwa memberikan yang terbaik dari
dalam diri sendiri untuk orang lain baik itu keluarga terdekat, siswa kita,
teman sejawat, lingkungan sosial dan masyarakat luas akan berdampak positif
bagi diri kita sendiri. Kuncinya siapa yang menanam dia akan memanen hasilnya.
Perasaan saya ketika saya dapat berbagi ilmu dengan teman sejawat di sekolah saya
merasa puas, senang, gembira dan sangat bermakna bagi saya.
Pembelajaran (Findings)
Pembelajaran yang saya dapatkan setelah membuat rancangan aksi nyata modul 3.1 ini sebagai bahwa ketrampilan menjadi seorang pemimpin pembelajaran dalam pengambilan suatu keputusan sangatlah penting dimiliki oleh seorang guru. Budaya kolaborasi dan berbagi praktik baik akan sangat mendukung terciptanya ekosistem sekolah yang lebih baik. Sebagai Calon Guru Penggerak saya harus banyak belajar dan belajar sepanjang hayat guna meningkatkan kompetensi diri sehingga dapat menerapkan pembelajaran yang lebih bermakna dan bermanfaat bagi diri sendiri, peserta didik serta masyarakat.
Penerapan ke depan (Future).
Penerapan saya ke
depan saya
akan menggunakan nilai-nilai kebajikan untuk membantu saya dalam mengambil langkah
sebagai pemimpin pembelajaran dalam mengambil suatu keputusan terbaik dan
bijaksana sehingga peran saya sebagai seorang guru akan lebih bermakna.
Demikian rancangan aksi nyata saya semoga bermanfaat.
.jpg)