Selasa, 10 Mei 2022

RANCANGAN AKSI NYATA MODUL 3.1

 

RANCANGAN AKSI NYATA MODUL 3.1

PENGAMBILAN KEPUTUSAN SEBAGAI PEMIMPIN PEMBELAJARAN


 

Nur Azizah

CGP Angkatan 4 Kabupaten Cilacap Jawa Tengah

SD Islam Plus Masyithoh Kroya

 

Latar Belakang

Pada tahapan akhir dari siklus pembelajaran MERRDEKA  Modul 3.1 Calon Guru Penggerak mendapatkan tugas untuk menjalankan rancangan aksi nyata yang sudah dibuat pada tahap demonstrasi kontekstual. Rancangan aksi nyata dibuat dalam jangka waktu 4 minggu ke depan dituangkan dalam sebuah artikel yang mengandung empat komponen dalam kerangka 4P (4F) yaitu Peristiwa (Facts), Perasaan (Feelings). Pembelajaran (Findings), dan  Penerapan ke depan (Future).

Sekolah adalah 'institusi moral' yang dirancang untuk membentuk karakter para warganya. Sebagai seorang guru di sekolah saya sering  menghadapi situasi di mana saya harus mengambil suatu keputusan yang banyak mengandung dilema secara Etika, dan berkonflik antara nilai-nilai kebajikan universal yang sama-sama benar.

Dalam pengambilan suatu keputusan, seringkali bersinggungan dengan prinsip-prinsip etika. Etika di sini tidak berkaitan dengan preferensi pribadi seseorang, namun merupakan sesuatu yang berlaku secara universal. Seseorang yang memiliki penalaran yang baik, sepantasnya menghargai konsep-konsep dan prinsip-prinsip etika yang pasti.  Prinsip-prinsip etika sendiri berdasarkan pada nilai-nilai kebajikan universal yang disepakati dan disetujui bersama, lepas dari latar belakang sosial, bahasa, suku bangsa, maupun agama seseorang. Nilai-nilai kebajikan universal meliputi hal-hal seperti Keadilan, Tanggung Jawab, Kejujuran, Bersyukur, Lurus Hati, Berprinsip, Integritas, Kasih Sayang, Rajin, Komitmen, Percaya Diri, Kesabaran, dan masih banyak lagi. 

Peristiwa (Facts)

Ketika saya mengikuti program Guru Penggerak dan saya mendapatkan banyak ilmu pengetahuan yang sangat bermakna serta hal-hal baru yang bersifat positif, tentunya saya ingin segera menstranfer dan menerapkan pengetahuan yang saya dapatkan tersebut. Namun dengan keterbatasan yang saya miliki, saya merasa hal tersebut adalah tantangan bagi saya dan saya tidak mampu jika harus berjalan sendiri. Oleh karena itu hal pertama yang saya lakukan adalah saya menyampaikan hal-hal yang saya dapatkan kepada kepala sekolah, saya sharing dengan rekan sejawat. Dengan dukungan penuh dari kepala sekolah selaku pemangku kebijakan, beban berat saya untuk mentransfer dan menerapkan pengetahuan yang saya dapatkan kepada rekan sejawat dan warga sekolah menjadi terasa ringan karena saya tidak sendiri, saya berkolaborasi dengan warga sekolah untuk mengimplementasikannya melalui sosialisai kepada rekan sejawat, praktik langsung di dalam kelas. Serta melalui media social saya.

Rencana Aksi nyata yang akan saya lakukan di sekolah :

  1. Menyampaikan materi Modul 3.1 Pengambilan Keputusan Sebagai Pemimpin Pembelajaran kepada kepala sekolah dan selanjutnya saya akan mensosialisasikan garis besar materi pada modul 3.1 kepada rekan sejawat.di sekolah.
  2. Mempraktikkan secara langsung pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran kepada siswa di kelas.

Perasaan (Feelings).

Pada saat saya mendapatkan dukugnan dari Kepala Sekolah untuk melaksanakan rancangan aksi nyata saya merasa bersyukur dan optimis untuk melangkah lebih jauh ke depan. Saya percaya bahwa memberikan yang terbaik dari dalam diri sendiri untuk orang lain baik itu keluarga terdekat, siswa kita, teman sejawat, lingkungan sosial dan masyarakat luas akan berdampak positif bagi diri kita sendiri. Kuncinya siapa yang menanam dia akan memanen hasilnya. Perasaan saya ketika saya dapat berbagi ilmu dengan teman sejawat di sekolah saya merasa puas, senang, gembira dan sangat bermakna bagi saya.

Pembelajaran (Findings)

Pembelajaran yang saya dapatkan setelah membuat rancangan aksi nyata modul 3.1 ini sebagai bahwa ketrampilan menjadi seorang pemimpin pembelajaran dalam pengambilan suatu keputusan sangatlah penting dimiliki oleh seorang guru. Budaya kolaborasi dan berbagi praktik baik akan sangat mendukung terciptanya ekosistem sekolah yang lebih baik. Sebagai Calon Guru Penggerak saya harus banyak belajar dan belajar sepanjang hayat guna meningkatkan kompetensi diri sehingga dapat menerapkan pembelajaran yang lebih bermakna dan bermanfaat bagi diri sendiri,  peserta didik serta masyarakat.

Penerapan ke depan (Future).

Penerapan saya ke depan saya akan menggunakan nilai-nilai kebajikan untuk membantu saya dalam mengambil langkah sebagai pemimpin pembelajaran dalam mengambil suatu keputusan terbaik dan bijaksana sehingga peran saya sebagai seorang guru akan lebih bermakna.

Demikian rancangan aksi nyata saya semoga bermanfaat.

Senin, 18 April 2022

3.1.a.6. Refleksi Terbimbing - Pengambilan Keputusan Sebagai Pemimpin Pembelajaran

3.1.a.6. Refleksi Terbimbing - Pengambilan Keputusan Sebagai Pemimpin Pembelajaran

Durasi : 2 JP

Moda: Mandiri

 

Tujuan Pembelajaran Khusus:  CGP dapat melakukan refleksi bersama fasilitator untuk mengambil makna dari pengalaman belajar dan mengadakan metakognisi terhadap proses pengambilan keputusan yang telah mereka lalui dan menggunakan pemahaman barunya untuk memperbaiki proses pengambilan keputusan yang dilakukannya.

Pertanyaan pemantik untuk sesi pembelajaran ini:

Menurut Anda, apakah maksud dari kutipan ini jika dihubungkan dengan proses pembelajaran yang telah Anda alami di modul ini? Jelaskan pendapat Anda.

Education is the art of making man ethical.
Pendidikan adalah sebuah seni untuk membuat manusia menjadi berperilaku etis.
~ Georg Wilhelm Friedrich Hegel ~



Panduan Refleksi Terbimbing

Pada hari dan waktu yang ditentukan, Anda akan melakukan refleksi dari perjalanan belajar Anda di modul ini. Refleksi dilakukan secara mandiri pada LMS. Fasilitator akan memberikan tanggapan terhadap refleksi masing-masing. Refleksi tersebut meliputi pengetahuan baru, keterampilan baru, wawasan baru, kesadaran baru yang Anda dapatkan dari proses pembelajaran di kelas, latihan membuat keputusan, kegiatan berbagi/sharing, diskusi kelompok, dan lain-lain.

Pertanyaan-pertanyaan berikut merupakan panduan yang digunakan dalam sesi refleksi. 

 

Dari delapan pertanyaan yang ada, pilihlah minimal empat pertanyaan sebagai bahan refleksi Anda.

  1. Bagaimana/sejauh mana pemahaman Anda tentang konsep-konsep yang telah Anda pelajari di modul ini, yaitu: dilema etika dan bujukan moral, 4 paradigma pengambilan keputusan, 3 prinsip pengambilan keputusan, dan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan. Adakah hal-hal yang menurut Anda di luar dugaan?
  2. Tuliskan pengalaman Anda dalam menggunakan ketiga materi tersebut dalam proses Anda mengambil keputusan dalam situasi dilema etika yang Anda hadapi selama ini.  Anda dapat juga menulis tentang sebuah situasi dilema etika yang dihadapi oleh orang lain serta keputusan yang diambil. Berilah ulasan berdasarkan 3 materi yang telah Anda pelajari di modul ini.
  3. Sebelum mempelajari modul ini, pernahkah Anda menerapkan pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran dalam situasi moral dilema? Kalau pernah, apa bedanya dengan apa yang Anda pelajari di modul ini?
  4. Bagaimana dampak mempelajari materi ini buat Anda, perubahan  apa yang terjadi pada cara Anda dalam mengambil keputusan sebelum dan sesudah mengikuti pembelajaran modul ini?
  5. Seberapa penting mempelajari topik modul ini bagi Anda sebagai seorang individu dan Anda sebagai seorang pemimpin pembelajaran?
  6. Apa yang Anda bisa lakukan untuk membuat dampak/perbedaan di lingkungan Anda setelah Anda mempelajari modul ini?
  7. Selain konsep-konsep tersebut, adakah hal-hal lain yang menurut Anda penting untuk dipelajari dalam proses pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran?
  8. Adakah nilai-nilai kebajikan yang ditanamkan oleh orangtua anda atau bahkan kakek nenek buyut Anda yang menjadi karakter khas suku atau masyarakat dimana Anda tinggal? Bagaimana Anda sebagai seorang guru akan menggunakannya untuk membantu Anda dalam pengambilan keputusan?

 

Bagaimana/sejauh mana pemahaman Anda tentang konsep-konsep yang telah Anda pelajari di modul ini, yaitu: dilema etika dan bujukan moral, 4 paradigma pengambilan keputusan, 3 prinsip pengambilan keputusan, dan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan. Adakah hal-hal yang menurut Anda di luar dugaan?

Dilema etika adalah hal berat yang harus dihadapi dari waktu ke waktu. Perbedaan Dilema Etika dan Dilema Moral. Dilema Etika (Benar VS Benar), Dilema etika adalah situasi yang terjadi ketika seseorang harus memilih antara dua pilihan dimana kedua pilihan secara moral benar tetapi bertentangan. Bujukan Moral (Benar VS Salah). Dilema etika adalah situasi yang terjadi ketika seseorang harus membuat kepitusan antara benar atau salah.

 

4 Paradigma Pengambilan Keputusan :

1.    Individu lawan masyarakat (individual vs community)

2.    Rasa keadilan lawan rasa kasihan (justice vs mercy)

3.    Kebenaran lawan kesetiaan (truth vs loyalty)

4.    Jangka pendek lawan jangka panjang (short term vs long term)

 

3 Prinsip dalam mengambil keputusan :

1.    Berpikir Berbasis Hasil Akhir (Ends-Based Thinking)

2.    Berpikir Berbasis Peraturan (Rule-Based Thinking)

3.    Berpikir Berbasis Rasa Peduli (Care-Based Thinking)

9 Langkah Pengambilan Keputusan

1.    Mengenali nilai-nilai yang saling bertentangan

2.    Menentukan siapa yang terlibat dalam situasi ini.

3.    Kumpulkan fakta-fakta yang relevan dengan situasi ini.

4.    Pengujian benar atau salah

·         Uji legal : Tidak ada aspelk pelanggaran pada situasi tersebut

·         Uji regulasi : Ada pelanggaran peraturan/kode etik profesi dalam kasus tersebut

·         Uji intuisi : Menurut saya ada yang salah dalam situasi ini, Ina berbohong kepda ibunya dan hal tersebut bertentangan dengan nilai-nilai kebajikan universal Sembilan Pilar Karakter Indonesian Heritage Foundation (IHF) yaitu kejujuaran (amanah).

·         Uji Publikasi :  Jika permasalahan tersebut di publikasikan di halaman Koran saya merasa tidak nyaman

·         Uji Panutan : Keputusan yang akan di ambil oleh ibu adalah memanggil Ina dan menanyakan kebenaran yang sesungguhnya

5.    Pengujian Paradigma Benar lawan Benar.

·         Individu lawan masyarakat (individual vs community)

·         Rasa keadilan lawan rasa kasihan (justice vs mercy)

·         Kebenaran lawan kesetiaan (truth vs loyalty)

·         Jangka pendek lawan jangka panjang (short term vs long term)

6.    Melakukan Prinsip Resolusi

·         Berpikir Berbasis Hasil Akhir (Ends-Based Thinking)

·         Berpikir Berbasis Peraturan (Rule-Based Thinking)

·         Berpikir Berbasis Rasa Peduli (Care-Based Thinking)

7.    Investigasi Opsi Trilema

8.    Buat Keputusan

9.    Lihat lagi Keputusan dan Refleksikan

Tuliskan pengalaman Anda dalam menggunakan ketiga materi tersebut dalam proses Anda mengambil keputusan dalam situasi dilema etika yang Anda hadapi selama ini.  Anda dapat juga menulis tentang sebuah situasi dilema etika yang dihadapi oleh orang lain serta keputusan yang diambil. Berilah ulasan berdasarkan 3 materi yang telah Anda pelajari di modul ini.

Kasus yang saya ceritakan di pembelajaran Mulai Dari Diri "Pengalaman saya menghadapi kasus siswa saya yang sering tidak mengumpulkan tugas dengan alasan terkendala gawai dan kuota, sedangkan saya harus memberikan keadilan dalam memberikan nilai kepada seluruh siswa saya. Keputusan saya dalam memberikan nilai kepada siswa saya akhirnya saya laksanakan dengan adanya dilema dan pengecualian." Jika saya memberikan nilai yang baik kepada siswa tersebut karena secara keseharian siswa tersebut termasuk siswa yang pandai, secara langsung dan tidak langsung saya telah memberikan apresiasi terhadapa siswa saya dan akan menambah motivasi belajarnya. Hal terknis tersebut bukanlah kesalahan siswa, orang tua juga sudah mencoba berkomunikasi dengan saya perihal hambatan yang dialami pada saat daring dengan alasan yang masuk akal. Situasi tersebut merupakan dilema etika dimana saya harus mengambil keputusan benar vs benar. Saya dihadapkan situasi yang harus mengambil keputusan secara moral benar tetapi bertentangan.

Sebelum mempelajari modul ini, pernahkah Anda menerapkan pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran dalam situasi moral dilema? Kalau pernah, apa bedanya dengan apa yang Anda pelajari di modul ini?

Sebelum mempelajari modul ini, saya pernah menerapkan pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran dalam situasi moral dilema.

Pengalaman saya menghadapi kasus siswa saya yang sering tidak mengumpulkan tugas dengan alasan terkendala gawai dan kuota, sedangkan saya harus memberikan keadilan dalam meberikan nilai kepada seluruh siswa saya. Keputusan saya dalam memberikan nilai kepada siswa saya akhirnya saya laksanakan dengan adanya dilema dan pengecualian.

Perbedaannya dengan apa yang saya pelajari pada modul ini , saya tidak menggunakan 3 prinsip dan 9 langkah dalam mengambil keputusan. Yang saya lakukan menurut saya adalah kebijakan saya sendiri dalam menilai hanya dengan mempertimbangkan keaktifan dan kemapuan siswa dalam belajar.

Bagaimana dampak mempelajari materi ini buat Anda, perubahan  apa yang terjadi pada cara Anda dalam mengambil keputusan sebelum dan sesudah mengikuti pembelajaran modul ini?

Dampak dalam mempelajari modul ini sangat bermanfaat bagi saya, perubahan pada saya adalah bagaimana cara saya dalam mengambil keputusan menggunakan 3 prinsip pengambilan keputusan dan 9 langkah dalam mengambil keputusan.

 

Seberapa penting mempelajari topik modul ini bagi Anda sebagai seorang individu dan Anda sebagai seorang pemimpin pembelajaran?

Sangat penting supaya kita bisa mengambil keputusan secara bijaksana tanpa merugikan pihak manapun.

 

Apa yang Anda bisa lakukan untuk membuat dampak/perbedaan di lingkungan Anda setelah Anda mempelajari modul ini?

Yang bisa saya lakukan untuk membuat dampak/perbedaan di lingkungan saya setelah mempelajari modul ini saya akan menerapkan materi ni untuk diri saya pribadi dan saya akan mensosialisasikan materi ini kepada komunitas praktisi yang sudah saya bentuk di sekolah untuk dapat diterapkan pada praktik pembelajaran di sekolah.

Selain konsep-konsep tersebut, adakah hal-hal lain yang menurut Anda penting untuk dipelajari dalam proses pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran?

 

Hal yang penting adalah mencari solusi terbaik.

 

Adakah nilai-nilai kebajikan yang ditanamkan oleh orangtua anda atau bahkan kakek nenek buyut Anda yang menjadi karakter khas suku atau masyarakat dimana Anda tinggal? Bagaimana Anda sebagai seorang guru akan menggunakannya untuk membantu Anda dalam pengambilan keputusan?

 

Nilai-nilai kebajikan yang ditanamkan orang tua saya adalah jujur, baik, rendah hati dan toleransi. Sebagai seorang guru saya akan menggunakan nilai-nilai kebajikan tersebut untuk membantu saya dalam mengambil suatu keputusan terbaik.


Silahkan refleksikan berdasarkan 4 dari 8 pertanyaan pada menu new Blog Post yang ada dibawah ini. 

Tuliskan judul refleksi pada Title dan Tuliskan jawaban refleksi pada kotak message.

 


Sabtu, 05 Maret 2022

Jurnal Refleksi Minggu ke 12 Pendidikan Calon Guru Penggerak Angkatan 4

 Jurnal Refleksi Minggu ke 12

Oleh : Nur Azizah_CGP 4 Cilacap_SD Islam Plus Masyithoh Kroya

Bismillaahirrahmaanirrahiim, tidak ada daya dan kekuatan kecuali hanya milik Allah.

benner modul 2.2

NIkmat sehat dan nikmat sempat untuk selalu belajar adalah anugrah yang luar biasa.

Alhamdulillah saya telah sampai pada Jurnal Refleksi ke 12 Pendidikan Calon Guru Penggerak dengan alur MERRDEKA belajar aktifitas yang luar biasa menjadi momen yang sangat bermanfaat bagi diri saya pribadi. Aktivitas saya di minggu ini masih pada modul 2.2 Pembelajaran Sosial Emosional (PSE) mulai dari M- Mulai dari diri, E- Eksplorasi Konsep dan telah sampai pada alur R-Ruang Kolaborasi.

Alur Merdeka Belajar

Alur Belajar MERRDEKA

Mulai dari diri - Eksplorasi konsep - Ruang kolaborasi - Refleksi Terbimbing -Demonstrasi kontekstual -Elaborasi Pemahaman - Koneksi antarmateri - Aksi nyata

 Mulai dari diri

1.    Mengaitkan aspek sosial dan emosional dalam keseharian CGP sebagai pendidik

2.    Harapan & ekspektasi.

Eksplorasi konsep

Belajar Mandiri:

1.    Mendapatkan penjelasan tentang Pembelajaran Sosial dan Emosional menurut kerangka CASEL (kolaborasi untuk akademik dan pembelajaran sosial dan emosional)

2.    Mendapatkan penjelasan tentang pembelajaran sosial dan emosional berbasis kesadaran penuh (mindfulness).

Forum Diskusi:

mendiskusikan penerapan 5 kompetensi sosial - emosional (kesadaran diri, pengelolaan diri, kesadaran sosial, keterampilan relasi dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab) yang berbasis kesadaran penuh.

Ruang Kolaborasi

Menguraikan penerapan pembelajaran 5 kompetensi sosial-emosional sesuai dengan jenjang pendidikan masing -masing.

Refleksi Terbimbing

1.    Refleksi tentang proses penerapan pembelajaran sosial dan emosional berbasis kesadaran penuh (mindfulness) yang sudah dilakukan (apa yang menarik, apa yang berubah, apa yang menantang, apa yang ingin ditingkatkan/diterapkan)

2.    Menggunakan hasil refleksi dalam pembelajaran sosial dan emosional berbasis kesadaran penuh (mindfulness) dalam proses selanjutnya.

Demonstrasi kontekstual

1.    Menerapkan pembelajaran sosial dan emosional berbasis kesadaran penuh dalam mata pelajaran yang diampu

2.    Melakukan refleksi tentang apa yang telah dicapai dan apa yang masih ingin dipelajari lebih lanjut sebagai persiapan aksi nyata.

Elaborasi Pemahaman

Mengelaborasi serta merefleksikan pemahaman dan penerapan pembelajaran sosial dan emosional berbasis kesadaran penuh dalam konteks masing-masing melalui sesi tanya jawab dengan instruktur.

 Koneksi antarmateri

1.    Membuat kesimpulan tentang perubahan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang telah didapatkan dari proses pembelajaran sosial dan emosional

2.    Membuat koneksi materi pembelajaran sosial dan emosional dengan pembelajaran berdiferensiasi dalam kerangka memenuhi pembelajaran yang berpihak pada murid.

Aksi nyata

Menerapkan rancangan pembelajaran sosial dan emosional berbasis kesadaran penuh yang dikoneksikan dengan materi modul pembelajaran berdiferensiasi di dalam kelas yang diampunya.

fotoSebelum masuk Mulai Dari Diri saya mendapatkan suntikan semangat dengan membaca surat dari instruktur yang esensinya sangat luar biasa memotivasi dan menginspirasi setiap langkah belajar saya selanjutnya.

Sebagai seorang pendidik yang berinteraksi dengan murid dan orang dewasa di lingkungan sekolah, saya sepakat dengan isi surat dari instruktur bahwa pembelajaran sosial dan emosional  ini diawali dengan kesadaran penuh bahwa   tidaklah cukup apabila murid hanya mengembangkan kemampuan kognitifnya saja. Murid juga perlu mengembangkan aspek sosial dan emosionalnya. Berbagai hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi sosial-emosional berperan penting dalam keberhasilan akademik maupun kehidupan  seseorang.  

Bapak Pendidikan Nasional kita, Ki Hajar Dewantara  dalam bukunya “Bagian Pertama : Pendidikan (2011) mengatakan bahwa pendidikan merupakan daya dan upaya untuk memajukan bertumbuhnya budi pekerti (kekuatan batin, karakter), pikiran (intelektual) dan tubuh anak agar dapat memajukan kesempurnaan hidup, yaitu kehidupan anak yang sesuai dengan dunianya. 

Selaras dengan pemikiran Bapak Ki Hajar Dewantara,  Pembelajaran Sosial dan Emosional berbasis kesadaran penuh adalah upaya untuk  menciptakan ekosistem sekolah yang mendorong  bertumbuhnya budi pekerti, selain aspek intelektual. Lewat Pembelajaran Sosial dan Emosional, murid diajak untuk  menyadari, melihat, mendengarkan, merasakan, mengalami  berbagai pengalaman belajar yang dapat mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan sikap positif mengenai aspek sosial dan emosional. 

Sebagai seorang guru, kita dapat mengembangkan kompetensi sosial dan emosional murid secara optimal melalui suasana belajar dan proses pembelajaran yang sistematik,  menyeluruh, dan seimbang,  guru perlu menyadari, mengelola, dan  menerapkan pembelajaran sosial dan emosional  dalam dirinya. Melalui fase MERRDEKA, kami mengajak Anda untuk  terlibat dalam pengalaman belajar yang dilandasi  kasih sayang, perhatian yang berkualitas,  keterbukaan,  rasa ingin tahu,  sikap apresiatif dan semangat bertumbuh, yang dilakukan secara  mandiri maupun bergotong-royong. Modul pembelajaran sosial dan emosional ini sangat membantu saya untuk melaksanakan proses pembelajaran secara yang lebih sistematik, menyeluruh dan seimbang, baik di kelas, lingkungan sekolah dan komunitas sekolah.   

Pada alur R-Ruang Kolaborasi saya dihadapkan dengan 5 kasus pembelajaran yang dihadapi oleh Pak Eling dimana saya harus menjawab 3 pertanyaan yang sama pada setiap kasus untuk 5 kasus yang bertingkat dan sistematik.

Adapun pertanyaan pemantik pada setiap kasus adalah

  1. Apakah situasi yang dihadapi Bapak Eling? Mohon uraikan dengan singkat dan jelas.
  2. Apa kompetensi sosial dan emosional yang dibutuhkan  Bapak Eling dalam menghadapi masalah tersebut? Jelaskan jawaban Anda. (Hubungkan dengan artikel-artikel yang telah dibaca sebelumnya)
  3. Seandainya Anda adalah Bapak Eling, apa yang akan Anda lakukan?

Dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan pemantik mulai dari kasus 1 sampai kasus 5 tersebut saya merasa sangat beryukur dan bahagia telah berkesempatan belajar mengendalikan Sosial Emosional diri saya sendiri dan mencoba untuk selalu terbuka dan berfikir positif dengan permasalah yang terjadi di lingkungan sekitar. Saya bersyukur menjadi bagian dari pendidikan calon guru penggerak karena telah mendapatkan anugrah belajar merrdeka-merrdeka belajar, karena belajar adalah anugrah dari Allah SWT.

Membaca satu persatu materi yang disajikan dalam modul 2.2 ini memunculkan banyak harapan bagi saya.

Modul ini berisikan materi tentang:

  1. Penjelasan tentang Pembelajaran Sosial dan Emosional (PSE) sesuai kerangka  CASEL  
  2. Penjelasan tentang  kesadaran penuh (mindfulness)
  3. Penjelasan tentang Pembelajaran  Sosial dan Emosional berbasis kesadaran penuh (mindfulness)
  4. Penjelasan  penerapan 5 kompetensi sosial dan emosional (KSE) berbasis kesadaran penuh (mindfulness)  dalam kegiatan pembelajaran di kelas, lingkungan sekolah dan komunitas praktisi. 

Secara khusus saya berharap dapat memahami pembelajaran sosial dan emosional yang berdasarkan kerangka CASEL (Collaborative for Academic, Social, and Emotional Learning ), memahami tentang pembelajaran sosial dan emosional berbasis kesadaran penuh (mindfulness), memahami strategi untuk menerapkan pembelajaran sosial dan emosional berbasis kesadaran penuh  sesuai dengan konteks masing-masing guru, dan menerapkan  pembelajaran sosial dan emosional berbasis kesadaran penuh (mindfulness) dalam kegiatan di kelas, lingkungan sekolah, dan komunitas praktisi

Secara umum profil kompetensi yang ingin saya capai dari modul ini adalah mampu mengelola aspek sosial dan emosional dalam berperan  sebagai guru, dan menerapkan pembelajaran sosial  dan emosional  dalam  lingkup kelas, lingkungan sekolah, dan komunitas.

Demikianlah Jurnal Refleksi saya pada minggu ke 12 ini, semoga selalu menambah semangat belajar khususnya diri saya sendiri.

Salam dan Bahagia

Merrdeka Belajar-Belajar Merrdeka

Guru Bergerak Indonesia Maju


Jumat, 11 Februari 2022

AKSI NYATA MODUL 1.4 BUDAYA POSITIF

 



Video Aksi Sosialisasi Program Guru Penggerak 
Modul 1.1 Filosofis Pendidikan Ki Hajar Dewantara dan Modul 1.4 Budaya Positif  










RANCANGAN AKSI NYATA MODUL 3.1

  RANCANGAN AKSI NYATA MODUL 3.1 PENGAMBILAN KEPUTUSAN SEBAGAI PEMIMPIN PEMBELAJARAN   Nur Azizah CGP Angkatan 4 Kabupaten Cilacap J...